Ingin Punya Bayi Kembar? Ikuti 5 Cara Program Hamil ini

Ingin Punya Bayi Kembar? Ikuti 5 Cara Program Hamil ini
Daftar Isi Artikel


Cara Program Hamil bayi kembar Tidak sedikit orang tua yang ingin mempunyai bayi kembar dan menjalani program dari berbagai cara dan alasan. Peluang untuk memiliki anak kembar biasanya dapat meningkat jika Kamu atau pasangan memiliki faktor tertentu. Misalnya, riwayat keluarga kembar.

Tapi bagaimana dengan orang tua yang tidak memiliki faktor-faktor ini, apakah berarti tidak mungkin untuk memiliki anak kembar? Jawabannya adalah, belum tentu.

Kamu tetap bisa berusaha untuk mempunyai bayi kembar dan berikut ini adalah 5 Cara Program Hamil bayi kembar




1. Dengan Obat

Obat-obatan yang dirancang untuk meningkatkan kesuburan biasanya bekerja dengan meningkatkan jumlah telur yang dihasilkan dalam ovarium wanita. Semakin banyak jumlah telur yang dihasilkan, semakin besar kesempatan untuk memiliki lebih dari satu sel telur berhasil dibuahi.

Clomiphene adalah obat yang hanya tersedia dengan resep dari dokter. Obat ini bekerja dengan merangsang hormon tubuh untuk memicu ovulasi. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan obat ini untuk tujuan perawatan kesuburan cenderung akan memiliki anak kembar.

Sementara itu, gonadotropin adalah jenis obat kesuburan biasanya diberikan melalui suntikan. American Society for Reproductive Medicine memperkirakan bahwa hingga 30 persen dari kehamilan yang terjadi ketika ibu menggunakan gonadotropin menghasilkan bayi kembar.

2 obat ini umumnya dianggap aman dan efektif. Namun perlu diingat, penggunaan obat ini harus dengan resep dan pengawasan dokter.  tidak bisa dipakai sembarangan.

2. Usia 30 Tahun

Wanita yang hamil saat dia lebih dari 30 tahun diyakini memiliki peluang lebih besar untuk menjadi memiliki anak kembar. Hal ini karena mereka cenderung untuk melepaskan lebih dari satu telur selama ovulasi, sementara wanita di bawah usia 30 tahun biasanya hanya melepaskan satu sel telur.

Kesempatan punya anak kembar disebutkan juga akan meningkat, jika sebelumnya kamu sudah memiliki anak, baik tunggal atau kembar.

3. Asam Folat Suplemen

Dokter biasanya meresepkan suplemen asam folat pada wanita yang sedang hamil atau menjalani program kehamilan dini untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf seperti spina bifida. Total konsumsi asam folat bervariasi direkomendasikan antara 400 sampai 600 mikrogram per hari.

Ada beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa asam folat dapat meningkatkan peluang kehamilan anak kembar. Tapi belum ada studi skala besar untuk mengkonfirmasi hasil ini.

Namun, tak ada salahnya jika Kamu tetap teratur mengonsumsi suplemen asam folat selama kehamilan jika diresepkan oleh dokter. Konsumsi asam folat dapat membantu perkembangan otak janin dalam kandungan.

4. Sedang Menyusui

Pada tahun 2006, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Reproductive Medicine mengungkapkan bahwa wanita yang hamil saat menyusui memiliki kesempatan yang tinggi memiliki anak kembar.

Tetapi sebagai teori saja sama halnya tentang konsumsi asam folat, Belum ada studi tambahan saat ini belum ditemukan untuk mendukung informasi ini.

5. Bayi tabung alias IVF

​​IVF (In Vitro Fertilization) adalah metode bayi tabung, program IVF sangat populer. Menurut American Pregnancy Association, metode IVF ini dokter akan memberikan obat hormonal wanita untuk merangsang ovarium untuk menghasilkan lebih banyak telur.

Hal ini dimaksudkan agar kemungkinan kehamilan Anda menjadi lebih besar. Selama periode mengonsumsi obat, dokter akan terus memantau kondisi sel telur. ketika telur Sudah matang, dokter mengmbilnya kemudian digabungkan dengan sperma dari pasangannya yang telah diambil.

Dalam metode ini, maka embrio yang terbentuk sebelum dimasukkan ke dalam rahim untuk tumbuh akan dipilih. Dalam rangka meningkatkan peluang keberhasilan embrio berkembang jumlah embrio yang mencakup lebih dari satu.

Oleh karena itu, ini juga merupakan dampak positif yang memungkinkan memiliki anak kembar.

Nah, itulah tips program anak kembar. Tetap teratur berkonsultasi dengan dokter dan menerapkan gaya hidup sehat. Semoga berhasil